Memorandum of Understanding dengan Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjalin kerjasama dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Dharma Andalas (Unida) Padang di Kampus Pascasarjana UMSU, Jalan Denai Medan, Kamis (30/12).

Penandatangan MoU dilakukan Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP dan Rektor Unida Padang, Dr Rahmi Fahmi disaksikan Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah I Dr Mahriyuni, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UMSU, Firdaus Naly, Wakil Rektor I dan II serta, Direktur Pascasarjana UMSU dan pimpinan, fakultas, kepala biro akademik UMSU.
Rektor Unida Padang, Dr Rahmi Fahmi mengatakan, dipilihnya UMSU untuk menjalin kerjasama dengan alasan. Antara lain di wilayah Sumatera universitas swasta yang besar dengan mahasiswa mencapai 22.000. Sementara Unida Padang baru berdiri, diawali dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan berubah nama menjadi universitas tahun 2014 dengan 2200 mahasiswa.

Sebagian orang Minang memiliki falsafah hidup “Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah”. Sesama orang muslim ada kebanggaan tersendiri bekerjasama dengan universitas yang bernuansa Islam. Dari sisi lain, dari sisi akademik dilihat dari segi globalisasi tidak bisa dihindari. “Banyak perusahaan pendidikan global yang berhampuran dimana-mana. Universitas asing banyak bermunculan. Pertanyaan, kita sendiri mau kemana?. Apa yang mau dilakukan? Saya melihat di sini ada ruang untuk membuat universitas atau pendidikan tinggi di Indonesia memiliki identitas sendiri. Sebagai universitas swasta kita harus saling bahu membahu,” katanya.

Dia memantau sebagai saudara, bahwa UMSU berkembang dengan baik dan kerjasama bukan hanya taraf MoU tetapi lanjut ke agreement dan program studi. Suatu saat ini ada pertukaran mahasiswa, dosen atau melakukan joint research maka akan memberikan nuansa yang berbeda. “Suatu hal yang menarik kami dari Unida melihat IT di UMSU. Kami melihat website UMSU walaupun Muhammadiyah tetapi keren karena memang teknologi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan. Saya mohon dari bantuan rektor UMSU kita sharing. Jika perlu IT diundang ke Padang,” katanya.

Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP dalam pemaparan memberikan gambaran bagaimana pembangunan UMSU jangka menengah hingga program jangka panjang di 2033. Program menengah, di akhir tahun 2017, semua sistem IT di UMSU diharapkan bisa terlaksana dengan baik. Saat ini baru dua konsentrasi yakni akademik dan keuangan.

Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah selalu berapiliasi dengan perguruan tinggi Muhammadiyah di Jawa. Secara IT UMSU didampingi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang telah memiliki akreditasi A.  Di program jangka panjang, setelah memiliki tiga cabang yakni Kampus di Jalan Gedung Arca, Jalan Denai dan Kampus Utama di Jalan Muktar Basri Medan. Maka, UMSU akan membangun kampus terpadu di lahan 25 hektar. “Kita berbangga melalui kerjasama ini bisa lebih ditingkatkan dalam tri dharma perguruan tinggi. Riset bersama, bertukaran dosen dan lainnya.Apalagi Sumbar tidak jauh, berangkat pagi sore sudah bisa pulang,” katanya.

Harus Ada Akreditasi A
Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah I, Dr Mahriyuni mengapresisasi kerjasama yang dibangun UMSU dengan Unida Padang. Kerjasama ini sesuai dengan tuntutan akreditasi baik dalam standar institusi, borang pembukaan prodi maupun institusi. Semua ada standar perjanjian kerjasama. “Meskipun tertuang dalam standar di borang, Kemenristek Dikti, namun melaksana dengan baik karena berdampak dan dirasakan bagi dosen, mahasiswa dan system akademik. Dengan ada kerjasama bisa sharing, berbagi program kegiatan seperti pertukaran dosen, mahasiswa, penelitian bersama dan membuat jurnal bersama. Jadi, bukan hanya formalitas saja,” katanya.
Kopertis berharap, kegiatan ini dilakukan secara berlanjutan. Kalau mau dibuat maka diletakkan dalam renstra kerjasama. Harus ada rancangan setiap tahun dan bagaimana evaluasi di akhir tahun. Rencana ke depan, aka nada program percepatan akreditasi dari B menuju ke A. Meskipun program tersebut merupakan program Kementeristek Dikti.

Di kopertis sendiri program hanya sampai pada percepatan dari C ke B dan sudah dilakukan tahun lalu. “Bagaimana melakukan pendampingan bagi program studi dan institusi. Sangat berdampak. Dari 21 institusi perguruan tinggi sudah 9 yang proses dikti, didorong percepatan untuk meraih akreditasi A,” katanya.
Dia berharap, UMSU, Panca Budi, Universitas Medan Area, Stikes Deli Husada. Keempat diikut awal dilihat dari kualitas akademik dan segi fasilitas. “Harapan Kopertis wilayah 1, pada tahun 2017 harusnya ada PTS di Sumut yang berakreditasi A. Bukan hanya di wilayah Jawa tetapi juga wilayah Sumut khususnya,” katanya.

sumber: Web UMSU

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *